6 Sifat Perubahan Dalam Inovasi

Setelah Anda pahami pengertian inovasi pada artikel sebelumnya, sekarang akan dibahas 6 (enam) sifat perubahan dalam inovasi, seperti yang telah dibahas sebelumnya yang dinamakan inovasi memiliki kategori antara lain ‘sesuatu’ yang baru atau orisinil, bisa berupa penemuan atau perubahan perbaikan, merupakan hasil dari kreatifitas, memberikan solusi dari suatu permasalahan dan memberikan nilai atau keuntungan. Inovasi secara tidak langsung menjadi sifat pembeda dari seseorang atau sebuah organisasi, karena selalu memikirkan dan mencari sesuatu yang berbeda untuk tercapainya efektifitas dan efisiensi, dengan peningkatan hasil dan keuntungan.

Dan mungkin sekarang terlintas di pikiran Anda, Jika inovasi adalah sebuah perubahan perbaikan, lalu apa saja yang bisa dikatakan sesuatu itu inovatif? Perubahan apa saja yang bisa dikatakan termasuk dalam inovasi? Karena tentunya perubahan perbaikan itu pun harus memenuhi kategori yang telah disebutkan diatas. Dengan begitu luasnya cakupan inovasi, maka disimpulkan oleh para ahli beberapa sifat perubahan yang terjadi dalam inovasi tersebut.

6  Sifat Perubahan Dalam Inovasi

Sifat perubahan yang terjadi dalam inovasi antara lain:

  1. Penggantian (Substitution)
  2. Dalam kelompok ini contohnya penghematab pengeluaran untuk bahan bakar, management membuat jadwal penjemputan karyawan setiap harinya sehingga dalam sekali jalan dapat membawa karyawan  dengan bersamaan, serta penggantian mobil yang hemat bahan bakar dan menampung banyak penumpang.

  3. Pergiliran (Alternation)
  4. Dalam kelompok ini contohnya seorang pemimpin yang tadinya hanya bertugas mengawasi anak buah dan pekerjaan, dilatih kemampuannya untuk dapat memotivasi dan memberikan coaching kepada anak buahnya, diharapkan nantinya anak buah tersebut juga melakukan hal yang sama kepada bawahannya lagi.

  5. Penambahan (Addition)
  6. Dalam kelompok ini contohnya dibuatnya poin penilaian prestasi karyawan yang selama ini belum dinilai, yang memberikan nilai tambah bagi penilaian prestasi karyawan tersebut, tanpa mengganti atau mengubah cara-cara penilaian yang sudah berjalan.Contoh lain seperti dibentuknya team khusus untuk menjembatani antara management dan karyawan, yang anggotanya dari masing-masing pihak.

  7. Penyusunan Ulang (Restructuring)
  8. Dalam kelompok ini contohnya penyusunan dan penempatan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam suatu divisi sesuai dengan keahliannya dengan jumlah yang disesuaikan dengan bobot pekerjaan sehingga terbentuk efektifitas dan efisiensi.

  9. Penghapusan (Elimination)
  10. Dalam kelompok ini contohnya penghapusan acara-acara hura-hura pada gathering tahunan perusahaan diganti dengan soft skill training dan outbound yang mengasah attitude dan skill dari karyawan.

  11. Penguatan (Reinforcement)
  12. Dalam kelompok ini contohnya Adanya reward dan punishment bagi karyawan atau team untuk menegakkan dan menjalankan peraturan-peraturan atau dalam rangka membentuk budaya perusahaan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


1 × = eight

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>