KAPASITAS STRES

Berapa banyak kapasitas stres Anda? Dan sampai seberapa kuat Anda dapat menahannya?. Pertanyaan itu sangat perlu ditanyakan pada diri Anda sehingga Anda dapat mengambil tindakan tang tepat ketika stres menyerang Anda.

Seseorang mungkin tidak menyadarinya, akibat stres dapat mempengaruhi kesehatan dan menyebabkan kerusakan yang luas pada dirinya, sehingga sangat penting bagi seseorang untuk mengetahui batas kapasitas stresnya sendiri.

Memang seberapa banyak kapasitas stres dari seseorang berbeda dengan orang lainnya. Beberapa orang dapat terjatuh dengan pukulan yang keras dari masalah yang dihadapinya, sementara yang lain terjatuh dan hancur ketika mendapatkan hambatan sedikit atau frustrasi. Beberapa orang bahkan dapat terpacu dan berkembang dengan kegembiraan dan tantangan dari gaya hidup stres tingginya.

Kapasitas Stres

Hal-hal yang Memengaruhi Tingkat Toleransi Kapasitas Stres

Kapasitas stres seseorang yang berbeda-beda sangat memengaruhi keadaan dirinya dalam menghadapi, menahan dan mengatasi stres tersebut. Beberapa hal dijelaskan di bawah ini yang memengaruhi tingkat toleransi kapasitas stres, antara lain adalah:

  1. Dukungan lingkungan sekitar – Sebuah lingkungan yang kuat dan positif serta banyaknya hubungan yang terjalin dari teman-teman, sahabat, saudara dan anggota keluarga yang mendukung adalah pelindung yang sangat besar terhadap stres dari kehidupan seseorang. Di sisi lain, semakin kesepian dan terisolasinya seseorang, kerentanannya lebih besar untuk stres.
  2. Kontrol Diri – Jika seseorang memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk mengantisipasi peristiwa-peristiwa dan kejadian yang terjadi dalamkehidupannya dan kemudian bertahan bahkan menjadikan hal tersebut tantangan dalam kehidupannya, maka akan lebih mudah untuk mengatasi stres dengan tenang. Orang-orang yang rentan terhadap stres cenderung merasa seperti menghadapi hal-hal yang di luar kendali mereka, sehingga mereka menjadi panik dan berantakan.
  3. Sikap dan pandangan – Orang yang tangguh dalam menghadapi stres memiliki sikap optimis, memiliki pandangan yang positif dalam pola pikirnya. Mereka cenderung untuk merangkul tantangan, memiliki rasa humor yang kuat, menerima perubahan sebagai hal yang biasa dan bagian dari kehidupan, dan percaya pada kekuatan yang lebih tinggi dari tujuan kehidupannya.
  4. Kemampuan dalam menangani emosi – Seseorang sangat rentan terhadap stres jika tidak tahu bagaimana untuk mendamaikan dan menenangkan diri sendiri ketika merasa sedih, marah, atau takut. Kemampuan seseorang untuk menangani emosi yang muncul dan merubah emosi nya menjadi seimbang akan membantu untuk bangkit kembali dari keterpurukannya.
  5. Pengetahuan dan persiapan – Semakin banyak seseorang tahu tentang situasi stress yang sering terjadi pada dirinya, termasuk berapa lama akan berlangsungnya dan apa yang diharapkan, akan semakin mudah untuk mengatasi stres tersebut. Misalnya, jika seseorang akan dioperasi di rumah sakit dengan gambaran realistis tentang apa yang diharapkan dan terjadi paska operasi, dengan pemulihan yang menyakitkan akan kurang traumatis daripada jika seseorang yang mengharapkan untuk bangkit kembali segera tanpa tahu yang akan terjadi dan akibat-akibatnya.

Kemampuan seseorang dalam menolerir stres dari kapasitas stres yang dihadapinya tergantung pada banyak faktor, termasuk kualitas hubungannya, pandangannya terhadap kehidupan secara umum, kecerdasan emosionalnya, kecerdasan spiritualnya dan juga faktor genetika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *