Leader sebagai coach menciptakan organisasi pembelajar sejati, berlangsung dan dilakukan oleh orang-orang di dalam perusahaan. Dengan ini yaitu pekerjaan yang sepatutnya dilakukan oleh seluruh leader dengan timnya terus menerus, dengan sistem yang menyusun budaya organisasi dan menjalankan misinya. Coach yang efektif mengemukakan pertanyaan daripada menyediakan jawaban, mendorong karyawan ketimbang menilai mereka, dan memfasilitasi pengembangan mereka daripada mendikte apa yang harus dikerjakan.

Dalam sejarahnya, manajer memiliki fungsi sebagai coach dan mentor. Tetapi, pembiayaan ketat, organisasi yang lebih meluas, muatan kerja yang berat, situasi yang disruptif, dan amat banyak bawahan langsung kerap membuat para leader tidak mempunyai waktu, dan kadang kala tanpa keterampilan dalam menanggung tanggung jawab sebagai coach dan mentor.

Kadang-kadang manajer susah memberi tahu berita dan pengetahuan penting perihal kebiasaan perusahaan, mentransfer pengertian dan kesadaran kepada karyawan, baik pada percakapan informal ataupun formal. Karena informasi yang tak ternilai hal yang demikian tidak didapat di buku maupun kelas pelatihan, tapi dari seseorang dengan jam terbang bertahun-tahun – malah puluhan tahun.

Kapasitas leader dikala ini sedang menghadapi perubahan. Perubahan yang cepat,