Strategi pembelajaran pelatihan online yang efektif menjadi pemikiran serius dalam menghadapi masa pandemi Covid-19, dengan tujuan agar pelatihan tetap dapat dijalankan dan tujuan organisasi atau perusahaan dengan pelatihan kepada karyawannya dapat tercapai.

Pendidikan dan pelatihan merupakan hal yang penting dalam perusahaan, sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan pegawai di suatu instansi untuk mencapai kinerja yang diharapkan dalam suatu organisasi atau perusahaan, sehingga terpenuhinya tujuan untuk membuat pegawai menjadi terampil dalam melaksanakan pekerjaannya.

Di masa pandemi segala aktivitas hampir sepenuhnya dilakukan secara daring (online), begitu pula dalam pelatihan karyawan, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memaksimalkan potensi yang ada salah satu solusinya adalah penyelenggaraan pelatihan, yang seharusnya dilaksanakan dengan tatap muka, kini harus dilakukan secara untuk menghindari adanya aktivitas yang melibatkan banyak orang.

Pelatihan Online ReFrame Positive

Strategi Pembelajaran Pelatihan Online

Dalam penerapan pelatihan online, perlu mempersiapkan beberapa komponen untuk menunjang penyampaian materi kepada karyawan agar tetap lancar, sehingga efektifitas dapat tercapai. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah penerapan strategi pembelajaran, yaitu menggunakan strategi yang sistematis yang dilakukan secara efektif untuk mendapatkan suatu prestasi dan juga keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran.

Dibutuhkan penyesuaian strategi pembelajaran untuk pelatihan online dengan kreatifitas dan kompetensi dari narasumber atau fasilitator, yang dapat meningkatkan keefektifan pelatihan online tersebut. hal-hal yang perlu diperhatikan dalam strategi pembelajarannya antara lain:

  1. Tujuan pengajaran

Tujuan pengajaran yang berorientasi pada pembentukan sikap tentu tidak dapat dicapai jika strategi belajar mengajar berorientasi pada dimensi kognitif. Penyesuaian yang dapat dilakukan adalah mempersempit tujuan pengajaran dari sesi pelatihan online, tentunya berhubungan dengan materi yang dapat diberikan dan kemampuan menyerap peserta dalam kondisi pelatihan online.

  1. Narasumber atau Fasilitator

Masing-masing narasumber atau fasilitator dapat berbeda dalam pengalaman, pengetahuan, kemampuan dalam menyajikan dan mengatur pelajaran, gaya mengajar, hingga pandangan hidup ataupun wawasannya. Dalam pelatihan online, narasumber atau fasilitator lebih dituntut untuk mengembangkan kompetensi pengajaran berbasis online atau teknologi digital, baik hardware maupun software yang akan digunakan.

  1. Peserta pelatihan

Peserta pastinya mempunyai latar belakang yang tentunya berbeda-beda, dari aspek lingkungan sosial, lingkungan budaya, gaya belajar, keadaan ekonomi, juga tingkat kecerdasan, sehingga akan mempengaruhi kemampuan menyerap dan memahami materi yang diberikan. Tantangan lainnya dalam pelatihan online, peserta mengikuti pelatihan kadang tidak dalam kondisi khusus untuk belajar, bisa sambal melakukan pekerjaan lain, dan situsi sekitar yang tidak mendukung untuk focus dalam belajar, seperti di kelas offline.

  1. Materi Pelatihan

Materi pelajaran yang disusun perlu memperhatikan kenyamanan peserta, dipengaruhi dengan waktu maksimal seseorang dapat berkonsentrasi menatap layar monitor. Materi pelatihan juga perlu dipotong-potong sekecil mungkin, menjadi sub materi yang lebih detail, sehingga lebih mudah bagi peserta dalam memahaminya.

  1. Metode Pengajaran

Ketepatan pemilihan metode dapat mempengaruhi bentuk strategi belajar mengajar. Pemakaian beberapa metode, tentunya yang dapat dilakukan secara online, akan sangat membantu efektifitas pelatihan dengan menjaga focus dari peserta. Setiap metode yang digunakan dalam pelatihan online, dapat dilengkapi dengan penggunaan aplikasi yang mendukung, sehingga pelatihan online tidak membosankan dan hanya mendengarkan.

  1. Media Pengajaran

Media pengajaran yang digunakan sangat dipengaruhi materi pelatihan yang akan diberikan, dan metode pengajaran kepada peserta, sehingga berpengaruh besar terhadap strategi pembelajaran pelatihan online yang efektif. Kompetensi narasumber atau fasilitator perlu ditingkatkan dalam penggunaan beberapa aplikasi digital yang dapat digunakan, sehingga sesi pelatihan online akan menyenangkan dan tetap interaktif.

  1. Faktor Administratif dan Finansial

Dalam pelatihan online, yang termasuk dalam faktor administratif dan finansial adalah koneksi yang tersedia, kuota yang perlu disiapkan, laptop atau smartphone yang digunakan, dan kondisi tempat peserta mengikuti pelatihan online tersebut.

Strategi pembelajaran pelatihan online yang efektif perlu disusun dan direncanakan sebaik mungkin, dibutuhkan kreatifitas dalam melakukan improvisasi guna menjadikan pembelajaran mudah dipahami, terjadi interaksi, dan dirasakan nyaman oleh karyawan yang mengikuti pelatihan online.

Leave a Reply